Jumat, 01 Juni 2012

Mari Berikhtiar Agar Anak Hafal Al-Quran


Judul:
Alhamdulillah… Balitaku Khatam Al-Quran
Penulis:
Dr. Sarmini, Lc. MA
ISBN:
978-979-3838-40-3
Ukuran:
14,8 x 21 cm
Halaman:
xxii + 180
Terbit:
Juni 2012
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Harga:
Rp. 57.000,-


“Keberhasilan yang berangkat dari pengalaman pribadi selalu menggugah dan menginspirasi. Langkah-langkah yang diterapkan penulis sehingga melahirkan balita-balita sahabat Al-Quran sangat natural, tidak ada yang dipaksakan, tapi nyata keberhasilannya. Buku ini menjadi charger of spirit bagi orangtua bahwa bagaimanapun karakter buah hati kita, dia sangat mungkin kita antar menjadi sahabat Al-Qur’an dan penghafalnya.”

(Meutia Geumala, Pemimpin Redaksi Majalah Ummi)

***

Kami sadar tidak lepas dari kekurangan, berasal dari keturunan biasa saja, harta yang biasa-biasa saja, juga pekerjaan yang biasa-biasa saja. Pun dengan prestasi akhirat, masih jauh tertinggal dari para sahabat Nabi Saw., shalat yang masih jauh dari khusyuk, infak yang masih diseling pertimbangan dan perhitungan, serta penyakit hati yang datang dan pergi.

Ketika kesadaran itu datang, kami berpikir untuk bagaimana agar hidup yang hanya sekali, dengan modal pas-pasan, menjadikan kami memperoleh tempat terbaik di sisi Allah Swt. Kami lalu mendapati janji Allah, yang disampaikan lewat lisan Rasul-Nya, “Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.”

***

Itulah sepenggal motivasi yang ditakwilkan penulis di pembuka buku ini. Belajar dan mengajarkan Al-Quran adalah pengatrol amal bagi seorang muslim. Terutama mengajarkan Al-Quran pada anak-anak. 

Mengajarkan Al-Quran pada anak tidak cukup sampai anak bisa membaca Al-Quran, tapi mengajarkan Al-Quran yang paripurna adalah bagaimana membimbingnya untuk mencintai Al-Quran, membacanya setiap hari, memiliki target prestasi dengan Al-Quran, dan senang berinteraksi dengan Al-Quran. Karena, mencintai Al-Quran itu lebih utama dari sekadar bisa membacanya.

Buku ini disusun berdasarkan pengalaman yang sudah dilakukan penulisnya dalam membimbing anak-anaknya untuk mau berinteraksi dengan Al-Quran setiap hari. Sehingga, bahasa yang dikemas dalam buku ini adalah gaya bercerita, yang membuat Anda seolah sedang ngobrol santai, tanpa digurui apalagi dicekoki.

Buku ini akan menuntun Anda pada:
  • Keutamaan mengajarkan Al-Quran pada anak.
  • Membuat anak keranjingan membaca Al-Quran.
  • Merancang program khatam Al-Quran untuk anak.
  • Menanamkan rasa bangga pada anak karena berinteraksi dengan Al-Quran.
  • Mengenalkan hukum tajwid dengan bahasa yang mudah diserap anak.
  • Merancang khataman Al-Quran yang tak terlupakan oleh anak.

Senin, 02 Januari 2012

Mari Menjadi Manusia Pendamba Surga


Judul Buku   
Manusia-Manusia Surga
Penulis:   
Tate Qomaruddin
ISBN:   
978-979-3838-37-3
Ukuran:   
13 x 20 cm
Halaman:
 viii + 156
Terbit:   
Januari 2012
Penerbit:   
Khazanah Intelektual
Harga:
Rp. 43.000



Jangan membayangkan orang yang giat bersedekah, sampai-sampai menyerahkan seluruh hartanya di jalan Allah. Jangan pula membayangkan orang yang rajin beribadah haji yang hampir setiap tahun tidak pernah absen ke Tanah Suci. Jika dilakukan dengan ikhlas, tentu kedua golongan orang tersebut sangat layak menghuni surga. Namun bukankah tidak semua umat Islam dikaruniai keluasan rezeki duniawi oleh Allah Swt.? Kabar baiknya, ada banyak jalan menuju surga-Nya dan tidak harus ditempuh melalui ibadah-ibadah yang mengharuskan kita mengeluarkan harta.

Kita tentu masih ingat dengan kisah seorang sahabat yang masuk surga karena konsistensinya melaksanakan shalat Syukrul Wudhu. Kita juga tidak akan lupa dengan kisah salah seorang sahabat lain yang dicap sebagai ahli surga karena menempuh perjalanan jauh berjalan kaki sambil menggendong ibunya yang ingin pergi berhaji. Bukan bermaksud untuk menyederhanakan amalan menuju surga, tapi memang terkadang amalan-amalan yang dianggap remeh tersebut dapat mengantarkan kita ke surga-Nya.

Kalau jalan menuju surga itu banyak, maka karakteristik penghuni surga juga tidak kalah banyaknya. Tate Qomaruddin menyebutkan bahwa manusia yang layak dan berhak masuk ke dalam surga-Nya tidak lain adalah mereka yang mengambil peran untuk mencegah kerusakan, mereka yang menjadi inspirator kebaikan, serta mereka yang senantiasa menjaga lidahnya. Lebih lengkap, masih banyak karakteristik manusia-manusia surga yang dijabarkan dengan detil oleh Tate Qomaruddin dalam buku terbarunya ini. Dengan bahasa yang kontemplatif dan jauh dari kesan menggurui, buku ini seolah menjadi cermin untuk melihat sudah pantaskah kita menghuni surga-Nya.

Tidak salah kalau Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan, Lc., berkomentar, “Menginspirasi! Buku ini patut dijadikan rujukan bagi insan-insan pendamba surga.” Senada dengan Ahmad Heryawan, Dr. Aam Amiruddin pun merekomendasikan buku ini untuk dijadikan rujukan dalam mengoreksi diri agar sesuai dengan karakter manusia penghuni surga.

Akhirnya, kalau dua nama besar tersebut sudah memberi testimoni, rasanya tidak ada alasan bagi kita untuk menunda memiliki buku Manusia-Manusia Surga ini. Selamat membaca dan semoga kita semua dipertemukan di surga-Nya kelak. Amin.

Minggu, 01 Januari 2012

Ketika Menghafal Tenses Semudah Menggerak­­­­kan Jari


Judul Buku:
Smart Finger; Menguasai 16 Tenses BahasaInggris dangan Jari dalam 30 Menit!
Penulis:
Ade Sudirman, S.Pd.
ISBN:
978-979-3838-38-0
Ukuran:
19.5 x 21 cm
Halaman:
vii + 81
Terbit:
Januari 2012
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Harga:
Rp. 35.000
 
Mengapa bahasa Inggris menjadi bahasa asing yang wajib dikuasai? Karena saat ini, bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Hampir di seluruh belahan bumi, bahasa Inggris menjadi bahasa yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari transaksi jual beli hingga kegiatan akademik. Tidak terkecuali di Indonesia. Bahasa Inggris mutlak dikuasai bagi siapa saja yang ingin berpartisipasi aktif  dalam percaturan global. Lihatlah, ada berapa turis asing yang datang  ke Indonesia, buku-buku pendukung akademik di SMA hingga Perguruan Tinggi pun sudah berbahasa Inggris. Lalu, sudahkah Anda menguasai bahasa Inggris dengan baik?

Di dalam bahasa Inggris, ada 16 tenses yang menjadi basic lesson. Ke-16 tenses inilah yang akan menjadi guide ketika Anda menggunakan bahasa Inggris, baik dalam percakapan sehari-hari, pidato, presentasi, maupun menuangkannya dalam bentuk tulisan. Nah, apakah Anda bisa menghafal ke-16 tenses tersebut di luar kepala? Bukan hanya di luar kepala, tetapi apakah Anda dapat menyebutkannya dengan cepat, tepat, dan mudah tanpa melihat catatan?

Jika Anda termasuk yang belum hafal 16 Tenses dan menyebutkannya dengan cepat, maka buku ini sangat cocok untuk Anda. Mengapa? Karena buku ini menawarkan cara dan jalan baru bagaimana menguasai 16 tenses bahasa Inggris tanpa melihat catatan dengan cepat, tepat, dan mudah. Dengan cara apa? Menggunakan jari tangan yang Anda miliki. Ade Sudirman, S. Pd., penulis buku ini merupakan pencipta metode menghafal 16 tenses bahasa Inggris dengan tangan yang dia namakan Smart Fingers.

Selain memuat teori, buku ini juga dilengkapi dengan latihan soal dan penjelasannya. Dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia, Anda akan menemukan 32 rumus tenses yang di buku lain (atau di dalam kamus) hanya memuat 16 rumus. Dan asyiknya, Anda bisa membuat 32 rumus itu dengan hanya satu langkah! Buku ini juga dilengkapi dengan CD tutorial yang akan membantu Anda mempraktikkan jari-jari cerdas Anda.

Selain hafal nama-nama, paham fungsi, pembentukan rumus, penentuan nama, serta pembuatan rumus baru menjadi 32 rumus dari 16 tenses, Anda juga bisa menerapkannya dalam pembahasan materi-materi pelajaran/mata kuliah atau mengisi soal-soal TOEFL. Sekali lagi, kunci menguasai itu semua hanya dengan memanfaatkan jari yang Anda miliki.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Ketika Dosa Tak Dirasa

Judul:
Ketika Dosa Tak Dirasa;
Yang Kecil pun Bisa Menjadi Besar
Penulis:
Dr. Aam Amiruddin & Redaksi MaPi
ISBN:
978-979-3838-42-7
Ukuran:
12 x 18 cm
Halaman:
122 hlm
Terbit:
Oktober 2011
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Harga:
Rp. 25.000,-


Saat bergaul dan berinteraksi dengan banyak orang, tanpa disadari kata-kata mengalir dari mulut kita seolah keluar tanpa beban. Tak jarang, bersamaan dengan keluarnya kata-kata, mengalir pula dosa, mulai dari menggunjingkan tetangga, membanggakan dan memamerkan diri, berbohong, dan perbuatan tidak terpuji lainnya.

Semudah itu manusia melakukan dosa. Bahkan, saking terbiasanya sangat banyak dosa-dosa yang sudah tidak dirasa lagi sebagai perbuatan salah yang berat konsekuensinya.

Sebagian besar ulama sepakat bahwa dosa dibagi menjadi dua, yaitu dosa besar dan dosa kecil. Namun, berbicara “dosa yang tak dirasa” tidak selalu identik dengan dosa kecil. Pun, “dosa tak dirasa” tidak selalu berarti sebagai kecenderungan orang yang tidak sadar akan perbuatan dosa karena kecilnya. Boleh jadi, jika kita lihat fenomena yang ada, dosa besar sekalipun tidak sedikit dianggap biasa dan tidak lagi dirasa sebagai dosa karena saking seringnya dilakukan. Tentu saja, sikap seperti itu jauh lebih berbahaya dari sekadar mengabaikan dosa yang dianggap kecil. Dengan demikian, secara prinsip tidak ada bedanya antara dosa kecil dan dosa besar karena keduanya memiliki potensi ancaman datangnya azab Allah. Selain keduanya juga memiliki peluang yang sama untuk diampuni Allah Swt.

Bisa dikatakan bahwa besar dan kecilnya suatu dosa tidak diukur dengan seberapa besar ancaman siksa yang akan diterima, namun diukur dari seberapa besar kesadaran orang terhadap dosa yang dilakukannya. Boleh jadi dosa itu kecil dan remeh, namun jika dilakukan dengan terus menerus dan tidak disertai istighfar, ia akan menjelma menjadi dosa besar. Pun sebaliknya, boleh jadi dosanya besar, namun karena kesadaran tinggi akan akibat yang ditimbulkan, mendorongnya untuk bertobat dan tidak mengulanginya lagi, maka dosa tersebut sebetulnya menjadi kecil bahkan terhapus di hadapan Allah.

Besar kecilnya suatu dosa juga tidak bisa sepenuhnya dilihat dari jenis dosa tersebut. Terutama untuk menentukan jenis-jenis dosa kecil. Sejauh yang dapat saya amati dari sejumlah kitab-kitab rujukan, jarang sekali para ulama yang mengungkap secara rinci apa saja yang termasuk dosa kecil. Relativitas kecilnya dosa menunjukkan bahwa sebetulnya tidak ada yang besar jika disertai tobat dan tidak ada yang kecil jika dilakukan terus menerus. Sementara, khusus mengenai jenis-jenis dosa besar, cukup gamblang diungkap dalam sejumlah ayat dan hadits.

Dalam buku ini, Dr. Aam Amiruddin bersama dengan Redaksi MaPI mengajak kita berhuhasabah dengan mengintip ke dalam hati kita, sudah bersihkah dari penyakit mengabaikan dosa? Selain itu, dalam buku ini dipaparkan pula ibadah-ibadah mahdah yang bisa menjadi perisai dari setiap dosa dan kesalahan.

Selasa, 01 Maret 2011

Golden Parenting; Sudahkah Kudidik Anakku dengan Benar?


Judul:
GOLDEN PARENTING;
Sudahkah Kudidik Anakku dengan Benar?

Penulis:
Dr. H. Aam Amiruddin, M.Si
ISBN:
978-979-3636-32-6
Ukuran:
17 x 17 cm
Halaman:
x + 86 hlm
Terbit:
Cetakan I & II, Maret 2011
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Harga
Rp. 35.000,-


Sebagai umat Islam, kita tentu mendambakan metode parenting yang lebih dari sekadar pendidikan untuk kecerdasan intelektual, emosional, maupun sosial anak. Untuk menjadi orangtua muslim yang baik, dibutuhkan lebih dari sekadar smart. Ya, selain mencerdaskan anak secara intelektual, emosional, serta sosial, putra-putri kita pun harus dibekali kecerdasan spiritual. Oleh karena itu, lahirlah Islamic parenting yang dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan orangtua muslim dalam mempersiapkan generasi muslim yang berkualitas.

Apa saja ruang lingkup Islamic parenting tersebut? Isinya lengkap seputar tata cara mendidik anak sejak ia masih dalam kandungan sampai menginjak usia remaja (baligh), bahkan sampai usia pranikah. Beberapa buku Islamic parenting menjelaskan secara gamblang cara mendidik anak dari segi akidah dan akhlak. Ya, karena akidah adalah fondasi utama yang harus dibentuk dalam diri anak agar mereka tidak mudah tercerabut dari akar agamanya. Sedangkan akhlak adalah modal yang akan ia gunakan dalam menjalani kesehariannya saat berinteraksi, baik dalam keluarga maupun dengan lingkungan di sekitarnya.

Lantas, sudah cukupkah Islamic parenting tersebut dijadikan acuan dalam melahirkan generasi Islam yang tangguh? Mungkin ya dan mungkin juga tidak. Tanpa bermaksud menafikan cakupan Islamic parenting seperti yang disebutkan, ada sesuatu yang kurang dari pembahasan Islamic parenting. Seperti juga pada smart parenting. Pada kedua metode tersebut terdapat dikotomi pemikiran. Sebut saja, smart parenting lebih condong pada pendidikan anak secara duniawi atau materi, sementara Islamic parenting lebih condong pada pendidikan ukhrawi atau spiritual. Mengapa sebuah pendidikan yang seharusnya holistik (menyeluruh) dipisahkan oleh sekat-sekat tersebut? Bukankah untuk melahirkan generasi unggul dibutuhkan lebih dari sekadar smart parenting atau Islamic parenting?

Jika kedua metode tersebut digabungkan, mungkin hasilnya akan lebih dahsyat daripada metode smart parenting dan Islamic parenting yang diterapkan secara terpisah. Bayangkan saja, sebuah metode yang mengedepankan pembinaan intelektualitas berpadu dengan pembahasan berbagai hal seputar anak dari sudut pandang psikologis dan medis, tanpa mengesampingkan pendekatan agama dalam setiap pembahasannya. Tentu bukan main dahsyatnya bila motede ini berhasil diterapkan pada pendidikan anak. Apalagi bila kemudian disertai dengan satu hal yang tak kalah penting (bahkan mendasari keberhasilan suatu metode parenting) yakni komunikasi efektif yang diterapkan ketika menyampaikan beragam tata nilai pada anak. Tentu hal ini bisa disebut lebih dari cerdas, ini brilian! Konsep inilah yang dalam buku terbaru Ust. Aam Amiruddin ini disebut “Golden Parenting”. Mengapa harus golden parenting? Tidak lain karena untuk mengasah anak yang sedang dalam masa keemasan (golden age) tentu harus dengan pola pengasuhan (parenting) yang keemasan pula. Jadi, setiap orangtua yang memiliki anak usia keemasan (golden age) wajib membaca buku ini.

Rabu, 02 Februari 2011

Rumus Cepat Kreatif & Sukses Matematika Dasar


Judul:
RUMUS CEPAT KREATIF DAN SUKSES MATEMATIKA DASAR
Penulis:
Ir. Agus Nggermanto
ISBN:
978-979-38386-30-4
Ukuran:
17.6 x 25 cm
Halaman:
vi + 116 hlm
Terbit:
Cetakan I, Februari 2011
Penerbit:
Ide Publishing




Menguasai matematika dasar sangat penting bagi semua orang. Anak-anak yang mampu menguasai matematika dasar menjadi lebih mudah mempelajari pelajaran lain. Guru yang menguasai matematika dasar berhasil menampilkan pelajaran yang dianggap paling sulit menjadi menyenangkan. Orangtua yang menguasai matematika dasar dapat menjadi lebih akrab mendampingi putra-putri tercinta belajar.

Buku SUKSES MATEMATIKA DASAR ini berusaha menampilkan matematika dengan cara yang kreatif dan asyik. Meminjam istilah Paman APIQ, buku ini terdiri dari tiga bagian utama sesuai nama anak kandung matematika: aljabar, geometri, dan aritmetika.

Bagian I membahas aritmetika berhitung cepat. Kita akan berkenalan dengan Rumus Ekspres Kreatif APIQ yang cepat dan mudah. Mulai dari berhitung cepat jurus bintang sampai berhitung cepat FPB KPK. Seperti kita tahu FPB KPK selalu menjadi soal paling rumit. Tetapi dengan rumus ekspres, kita akan dapat menguasai FPB KPK dengan intuitif dan menyenangkan.

Bagian II membahas geometri. Cara cepat menghitung luas dan keliling lingkaran kita bahas dengan rumus ekspres. Umumnya, anak-anak cukup sulit memahami konsep bilangan irasional. Tapi dengan rumus ekspres, kita akan menikmati bilangan.

Bagian III membahas aljabar. Paman APIQ mengenalkan konsep “kantong ajaib aljabar” yang sangat memudahkan belajar hitung cepat perbandingan. Semua tema dalam buku ini telah diperkaya dengan contoh-contoh soal ujian nasional (UASBN SD).

Selasa, 01 Februari 2011

7 Jurus Dahsyat Menghafal Cepat


Judul:
7 Jurus Dahsyat Menghafal Cepat
Penulis:
Ken Parimita & Emirita Dyah Palapasari
ISBN:
978-979-3838-32-8
Ukuran:
19,5 x 19,5 cm
Halaman:
VI + 90 hlm
Terbit:
Cetakan I, Februari 2011
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Kontak Pemasaran:
022. 70780148


Penulis pernah mendengar seorang ulama berkata, “Lupa biasanya dikarenakan kita kebanyakan dosa.” Entah pernyataan tersebut didasarkan pada keterangan yang sahih atau bukan, tapi yang jelas penyakit (kalau memang bisa dikategorikan penyakit) lupa memang sangat mengganggu. Lupa merupakan hilangnya suatu informasi yang telah disimpan dalam memori otak jangka panjang.

Dalam rangka mengatasi kebiasaan susah ingat dan mudah lupa, buku ini hadir memberikan solusi. Pada bagian awal pembahasan, Anda akan diajak untuk mengetahui alasan mengapa cepat lupa materi pelajaran, mengapa mengingat kata-kata asing harus dilakukan secara berulang-ulang, mengapa menghafal itu membosankan dan lebih menarik membaca komik, mengapa kalau membaca buku cepat ngantuk, serta mengapa kalau belajar dengan menggunakan “Sistem Kebut Semalam” itu tidak efektif.

Dalam buku ini disebutkan, kalau ingin menjadi jagoan menghafal, ada tujuh jurus yang harus dikuasai. Pertama disebut jurus Berpasangan. Jurus ini digunakan untuk mengingat informasi yang bentuknya berpasangan, seperti kata asing dan artinya, negara dan ibukota, tari-tarian dan asalnya, dan masih banyak lagi tipe berpasangan lainnya. Kedua disebut jurus Berpasangan Lebih dari Satu. Jurus ini digunakan untuk mengingat informasi berpasangan yang lebih kompleks, misalnya menghafalkan tarian, lagu daerah, rumah adat, asal daerah serta menghafal nama candi, letak, pendiri.

Ketiga disebut jurus Poin Panjang. Jurus ini berguna untuk mengingat kalimat panjang dan terdiri dari beberapa poin, misalnya butir-butir Pancasila, fungsi organ tubuh, serta perjanjian-perjanjian. Keempat disebut jurus Poin Pendek. Jurus ini biasanya dikenali dalam pelajaran yang bentuknya kata-kata pendek dan dalam jumlah banyak yang urut maupun tidak urut; misalnya urutan planet, nama negara-negara dalam satu kawasan atau benua, sistem periodis, serta urutan daftar belanja (untuk kehidupan sehari-hari). Kelima disebut jurus Rumus. Rumus adalah informasi yang harus diingat secara utuh dan detail, sehingga harus ditulis secara lengkap beserta arti masing-masing lambang dan lengkap dengan latihan soal. Pelajaran yang banyak rumus, misalnya Matematika, Fisika, Kimia.

Keenam disebut jurus Definisi. Jurus ini digunakan untuk mengingat informasi berupa istilah dan artinya yang berupa kalimat panjang; misalnya definisi dari istilah Geografi, Biologi, Bahasa Indonesia, Ekonomi, Sejarah, dan lain sebagainya. Ketujuh disebut jurus Proses. Jurus ini sering ditemukan untuk pelajaran IPA atau Biologi; misalnya Proses Metagenesis, siklus krebs, dan lain-lain.