Rabu, 01 September 2010
Fiqih Kecantikan; Panduan Kecantikan Sesuai Syari'at
Judul:
FIQIH KECANTIKAN;
Panduan Cantik Sesuai Syari’at
Penulis:
Dr. Aam Amiruddin, M.Si.
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Tahun terbit:
Cetakan I, September 2010
Jumlah halaman:
x + 102
Harga:
Rp. 48.000,-
Setelah meluncurkan buku Mudah dan Cepat Pahami Al-Quran, Aam Amiruddin kembali membuktikan kecerdasan intelektual dan kepiawaiannya dalam mengolah kata dengan meluncurkan sebuah buku berjudul unik, Fiqih Kecantikan. Dalam buku terbarunya ini, Aam Amiruddin mengulas hukum fiqih rangkaian teknologi serta metode yang biasa digunakan wanita untuk tampil cantik, mulai dari yang sederhana (seperti berias dengan menggunakan make-up atau melakukan lulur dan spa) sampai yang masih menjadi perdebatan (seperti hukum meluruskan dan mewarnai rambut). Setiap hukum fiqih metode kecantikan didasarkan pada Al-Quran dan hadits Rasulullah Saw. setelah sebelumnya diberi penjelasan, baik dari segi kecantikan, teknologi, maupun kesehatan.
Seperti buku-buku karya Aam Amiruddin sebelumnya, setiap pembahasan disampaikan dengan bahasa yang moderat, khas Aam, sehingga jauh dari kesan menghakimi apalagi serba ngga boleh, dengan tentu saja tanpa menghilangkan ketegasan hukum fiqihnya. Meskipun berjudul Fiqih Kecantikan, buku ini tidak melulu mengulas hukum-hukum fiqih. Pembaca, terutama wanita, juga akan diperkenalkan pada penemuan-penemuan luar biasa dalam dunia kecantikan, seperti bedah kosmetik, suntik putih, dracula therapy, atau teknologi nano. Pembahasannya lengkap, meliputi cara kerja, khasiat, maupun efek yang mungkin timbul bagi pemakainya.
Lewat buku ini, Aam Amiruddin bukan hanya mengisyaratkan kaum wanita untuk selalu tampil bersih dan segar, tetapi juga mengimbau kaum hawa agar tidak terjebak pada sikap tabarruj, yakni sengaja memperlihatkan kecantikan (bahkan aurat) pada yang bukan mahramnya. Menurutnya, kecantikan seorang wanita haruslah diawali dengan kecantikan hati, berupa keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Kecantikan hati inilah yang akan menggiring seorang wanita pada kecantikan luar, yakni merawat dan menjaga kebersihan diri dengan meniatkannya karena Allah Swt. dan bukan untuk dipamerkan apalagi menggoda yang bukan mahramnya. Buku yang dikemas dengan tampilan full color ini memiliki desain atraktif dan tidak monoton di setiap halamannya. Sebuah langkah apik untuk mengenyahkan kebosanan sekaligus memanjakan mata para pembacanya.
Kamis, 01 Juli 2010
Check Up Shalat; Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunah
Sudah terbiasa mendirikan shalat membuat mayoritas muslim merasa yakin dengan shalatnya. Mereka merasa telah hafal betul praktik shalat yang mereka kerjakan. Toh dari dulu sampai sekarang, gerakan shalat tetaplah sama: takbiratul ihram, bersedekap, ruku, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tahiyyat, dan salam. Maka, jadilah setiap rukun shalat dan atributnya didasarkan pada kebiasaan bukan pada pedoman sesungguhnya, yakni Al-Quran dan Sunah.
Inilah yang dibahas dalam buku ini; bukan masalah kekhusukan, tetapi lebih kepada masalah kaifiyah (tata cara) yang banyak terlewat dan pada praktiknya hanya dianggap hal sepele serta tidak berpengaruh pada ibadah secara keseluruhan. Padahal, bisa jadi ketikdakhusukan shalat dikarena tata caranya yang belum sempurna. Tidak hanya masalah kaifiyah shalat, buku ini juga menyertakan kaifiyah komponen-komponen shalat, seperti wudhu serta azan dan iqamah.
Buku ini merupakan kumpulan riset penulis mengenai tata cara shalat yang selama ini dipraktikkan dan ‘dilupakan’ kebanyakan masyarakat. Di dalamnya, dibahas dengan lengkap dan gamblang mengenai ‘hal-hal kecil’ dalam ibadah yang jika dibiarkan akan menjadi besar dan merugikan. Setiap penjelasan menggunakan pendekatan yang tidak menggurui dan lebih terkesan mengajak berdiskusi. Disertakannya keterangan-keterangan yang ada dalam Al-Quran dan hadits sahih membuat Anda tidak perlu ragu lagi mengenai kebenaran materi yang disampaikan.
Jadi, sebelum terlanjut menyimpang, marilah kita melakukan check-up terhadap shalat kita sebagai langkah pencegahan. Bukankah kalau shalat kita ‘sehat’ maka semua amal kita juga akan turut dikatagorikan ‘sehat’?
Judul:
Check Up Shalat;
Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunah
Penulis:
Dadang Khaerudin
Ukuran:
17 cm x 17 cm
Halaman:
x + 200
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Terbit:
Cetakan I, Juli 2010
Harga:
Rp 48.000
Kontak Marketing:
(022) 70780148
Inilah yang dibahas dalam buku ini; bukan masalah kekhusukan, tetapi lebih kepada masalah kaifiyah (tata cara) yang banyak terlewat dan pada praktiknya hanya dianggap hal sepele serta tidak berpengaruh pada ibadah secara keseluruhan. Padahal, bisa jadi ketikdakhusukan shalat dikarena tata caranya yang belum sempurna. Tidak hanya masalah kaifiyah shalat, buku ini juga menyertakan kaifiyah komponen-komponen shalat, seperti wudhu serta azan dan iqamah.
Buku ini merupakan kumpulan riset penulis mengenai tata cara shalat yang selama ini dipraktikkan dan ‘dilupakan’ kebanyakan masyarakat. Di dalamnya, dibahas dengan lengkap dan gamblang mengenai ‘hal-hal kecil’ dalam ibadah yang jika dibiarkan akan menjadi besar dan merugikan. Setiap penjelasan menggunakan pendekatan yang tidak menggurui dan lebih terkesan mengajak berdiskusi. Disertakannya keterangan-keterangan yang ada dalam Al-Quran dan hadits sahih membuat Anda tidak perlu ragu lagi mengenai kebenaran materi yang disampaikan.
Jadi, sebelum terlanjut menyimpang, marilah kita melakukan check-up terhadap shalat kita sebagai langkah pencegahan. Bukankah kalau shalat kita ‘sehat’ maka semua amal kita juga akan turut dikatagorikan ‘sehat’?
Judul:
Check Up Shalat;
Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunah
Penulis:
Dadang Khaerudin
Ukuran:
17 cm x 17 cm
Halaman:
x + 200
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Terbit:
Cetakan I, Juli 2010
Harga:
Rp 48.000
Kontak Marketing:
(022) 70780148
Sabtu, 01 Mei 2010
Eduvadation; Panduan Wisata Keluarga Cerdas
Judul:
EDUVACATION;
Panduan Wisata Keluarga Cerdas
Penulis:
Ali K. Bakti, Muslik Nawita & Ahmad Ruhiat
Tahun Terbit:
Cetakan I, Mei 2010
Halaman:
x + 118
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Harga:
Rp. 49.000,-
Kontak Marketing:
(022) 70780148
Apa yang Anda harapkan dari wisata keluarga? Bertambahnya koleksi foto wisata, buah bibir (cerita wisata) yang akan disampaikan kepada teman dan handai taulan, atau memanjakan anggota keluarga dengan wisata berbiaya tidak murah? Kalau hanya itu, wisata keluarga tidak ubahnya hura-hura dengan menghabiskan banyak biaya.
Berwisata pada dasarnya bisa dijadikan sarana untuk mengajarkan berbagai nilai dan pelajaran (yang tidak didapatkan di sekolah) pada anak. Ya, berwisata dapat dijadikan sarana untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian, kreativitas, interaksi dan kepedulian sosial, serta spiritualitas pada anak. Objek wisata dapat dijadikan kelas terbuka tempat kita mengajarkan berbagai hal, bukan dengan teori tapi melalui praktek dan pendekatan langsung.
Bagaimana mewujudkan hal itu? Buku EDUVACATION; Panduan Wisata Keluarga Cerdas dapat memberikan jawabannya. Bukan hanya berisi preview objek-objek wisata menarik se-Jabodetabek dan Jabar, buku ini juga berisi kolom ahli (Seto Mulyadi dan Arif Rahman Hakim) yang akan menjelaskan mengenai bagaimana pendidikan anak seharusnya diterapkan. Dilengkapi dengan beragam tips menarik serta penjabaran value yang dapat diambil pada setiap objek wisata, membuat buku ini layak dibawa serta sebagai panduan ketika Anda berwisata.
Selasa, 01 April 2008
Jangan-jangan, Shalat Kita Belum Benar
Shalat menempati posisi strategis dalam peta keimanan seorang Muslim. Shalat lah amal pertama yang akan dihisab kelak di hari pembalasan. Shalat lah yang membedakan Muslim dengan non-muslim. Sahalat lah yang dapat mencegah seorang Mukmin dari perbuatan keji dan munkar. Dan masih banyak lagi fadilah yang dapat dijadikan alasan mengapa kita tidak boleh meninggalkan shalat.
Pertanyaannya kemudian adalah, sudah benarkah shalat yang kita lakukan? Sudah sesuaikah shalat kita dengan yang dicontohkah Rasulullah Saw.? Bukankah Rasulullah Saw. pernah berwasiat, “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.”? Alangkah disayangkannya apabila niat menggapai keutamaan shalat tidak dibarengi dengan tata cara yang dicontohkan Rasulullah Saw.
Untuk itulah buku ini hadir. Dilengkapi dengan keterangan (baik ayat ataupun hadis) yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta ilustrasi yang mempermudah kita memahami detil gerakan seputar shalat menjadikan buku ini lebih dari layak untuk dijadikan referensi. Kepiawaian penulis dalam menjabarkan kaidah-kaidah keislaman dalam bahasa yang ringan membuat buku ini mudah dipahami.
Pertanyaannya kemudian adalah, sudah benarkah shalat yang kita lakukan? Sudah sesuaikah shalat kita dengan yang dicontohkah Rasulullah Saw.? Bukankah Rasulullah Saw. pernah berwasiat, “Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihatku shalat.”? Alangkah disayangkannya apabila niat menggapai keutamaan shalat tidak dibarengi dengan tata cara yang dicontohkan Rasulullah Saw.
Untuk itulah buku ini hadir. Dilengkapi dengan keterangan (baik ayat ataupun hadis) yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta ilustrasi yang mempermudah kita memahami detil gerakan seputar shalat menjadikan buku ini lebih dari layak untuk dijadikan referensi. Kepiawaian penulis dalam menjabarkan kaidah-kaidah keislaman dalam bahasa yang ringan membuat buku ini mudah dipahami.
Minggu, 01 Januari 2006
Bedah Masalah Kontemporer (Ibadah & Muamalah)
Judul:
Bedah Masalah Kontemporer (Ibadah & Muamalah)
Penulis:
Penulis:
Aam Amiruddin, M.Si
ISBN:
ISBN:
979-99106-4-1
Ukuran:
Ukuran:
12 x 18 cm
Halaman:
Halaman:
xiv + 362
Cetakan:
Cetakan:
I Januari 2006, II Mei 2005, III Juni 2006, IV Maret 2007, V Maret 2008
Penerbit:
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Harga:
Harga:
Rp. 32.500,-
Benarkah
bacaan Al Quran dapat mencerdaskan janin? Bolehkah masjid dijadikan
sekretariat parpol? Bagaimana hukum pengobatan dengan air kencing? Apa
hukum transplantasi organ tubuh dalam Islam? Apa pula hukum
menggabungkan modah usaha dengan non-Muslim?
Dapatkan
penjelasan lengkap dan komprehensif mengenai pertanyaan-pertanyaan
tersebut serta permasalahan ibadah dan muamalah lainnya dalam buku yang
ringan dan mudah dipahami ini.
Bedah Masalah Kontemporer (Aqidah & Akhlak)
Bedah Masalah Kontemporer (Aqidah & Akhlak)
Penulis:
Aam Amiruddin, M.Si
ISBN:
979-99106-4-1
Ukuran:
12 x 18 cm
Halaman:
xii + 317
Cetakan
I Januari 2006, II Mei 2005, III Juni 2006, IV Maret 2007, V Maret 2008
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Harga:
Rp. 32.500
Apakah
kita diperbolehkan meminta bantuan atau bekerja sama dengan jin?
Bolehkah kita menonton pertunjukan sihir? Bagaimana hukum mengoleksi
botol minuman keras? Apa yang harus kita lakukan ketika teman kita yang
non-Muslim memberikan hadiah? Apa pula hukum menonton infotainment dalam Islam?
Dapatkan
penjelasan lengkap dan komprehensif mengenai pertanyaan-pertanyaan
tersebut serta permasalahan aqidah dan akhlak lainnya dalam buku yang
ringan dan mudah dipahami ini.
Sabtu, 01 Oktober 2005
Tafsir Al Quran Kontemporer Jilid II
Tafsir Al Quran Kontemporer Jilid II
Penulis:
Penulis:
Aam Amiruddin, M.Si
ISBN:
ISBN:
979-98271-8-3
Ukuran:
12 x 18 cm
Halaman:
vii + 246
Cetakan:
Cetakan:
I Oktober 2005
Penerbit:
Khazanah Intelektual
Harga:
Rp. 35.000,-
"Pada umumnya, tafsir diidentifikasi sebagai ilmu yang mengandung tingkat kesulitan cukup tinggi. Bahasa yang digunakan kitab-kitab tafsir juga kebanyakan cuma bisa dimengerti kalangan tertentu. Tak aneh bila orang yang layak disebut sebagai ahli tafsir itu jumlahnya terbatas. Tafsir Al Quran Kontemporer adalah buku tafsir yang ringan dan easy reading. Kendati demikian, rujukan yang diambil cukup meyakinkan."
"Buku
ini berisi pemikiran inovatif yang jarang ditemukan pada buku-buku
tafsir lainnya. Mengapa dikatakan inovatif karena tafsir ini diulas
dengan bahasa yang lugas dan ringan. Sehingga mudah dipahami oleh siapa
pun yang membacanya."
"Pada umumnya, tafsir diidentifikasi sebagai ilmu yang mengandung tingkat kesulitan cukup tinggi. Bahasa yang digunakan kitab-kitab tafsir juga kebanyakan cuma bisa dimengerti kalangan tertentu. Tak aneh bila orang yang layak disebut sebagai ahli tafsir itu jumlahnya terbatas. Tafsir Al Quran Kontemporer adalah buku tafsir yang ringan dan easy reading. Kendati demikian, rujukan yang diambil cukup meyakinkan."
Republika
***
Prof. KH. Ali Yafie
Langganan:
Postingan (Atom)



